Data Arsitek Jilid 3 merupakan kelanjutan dari Jilid 1 dan Jilid 2, namun sebenarnya berasal dari buku internasional Architects' Data (Third Edition) karya Ernst Neufert dan Peter Neufert. Di Indonesia, buku ini banyak digunakan sebagai referensi lanjutan karena membahas topik yang lebih mendalam mengenai perencanaan, konstruksi, dan berbagai tipe bangunan.
Secara umum, Data Arsitek Jilid 3 mencakup pembahasan seperti:
Prinsip proses perancangan bangunan
Perencanaan tapak (site planning)
Modul dan koordinasi dimensi
Sistem struktur bangunan
Material dan metode konstruksi
Utilitas bangunan (MEP)
Sistem pencahayaan alami dan buatan
Penghawaan dan ventilasi
Akustik bangunan
Proteksi kebakaran
Bangunan hemat energi
Bangunan ramah lingkungan
Renovasi dan adaptive reuse
Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas
Berbagai studi kasus dan contoh tipe bangunan khusus.
Beberapa topik yang sering dijadikan referensi dalam praktik profesional meliputi:2
|
Topik |
Isi yang dibahas |
|
Site Planning |
Orientasi bangunan, sirkulasi, zoning, akses kendaraan |
|
Struktur |
Grid struktur, bentang, sistem rangka |
|
MEP |
Jalur utilitas,
ruang servis, shaft, koordinasi instalasi |
|
Pencahayaan |
Standar
daylight, bukaan, pencahayaan buatan |
|
Ventilasi |
Ventilasi alami
dan mekanis |
|
Akustik |
Pengendalian kebisingan dan kualitas ruang |
|
Fire Safety |
Jalur evakuasi, kompartemen, proteksi kebakaran |
|
Green Building |
Efisiensi energi, vegetasi, pengelolaan air hujan |
Dibandingkan dua jilid sebelumnya, fokus masing-masing dapat diringkas sebagai berikut:
|
Buku |
Fokus utama |
|
Ergonomi,
dimensi manusia, rumah tinggal, ruang dasar, tangga, ramp, parkir |
|
|
Bangunan publik
seperti hotel, rumah sakit, sekolah, teater, pusat perbelanjaan, olahraga |
|
|
Data Arsitek
Jilid 3 |
Perancangan lanjutan, sistem bangunan, struktur,
utilitas, konstruksi, keberlanjutan, dan bangunan khusus |
Ketiga jilid tersebut saling melengkapi dan masih menjadi referensi penting bagi mahasiswa arsitektur, arsitek, engineer, maupun konsultan perencana. Meskipun demikian, data di dalamnya tetap perlu disesuaikan dengan standar yang berlaku di Indonesia, seperti SNI dan regulasi teknis terbaru.
